Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Friday, September 05, 2008

Perjuangan Hidup

Inspirasi Dakwah:"Akhwat Pemlung"Photobucket

Namanya Ming Ming. Memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 1 jurusan akuntansi. Usianya baru 17 tahun. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI di kelasnya.
Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “Ilmu sangat penting. Dengan Ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dengan ilmu saya bisa memimpin keluarga. Dengan ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dengan ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu asalan Ming Ming kenapa saat istirahat dia lebih senang ke perpustakaan daripada tempat lain. (keren ya…)
Sore hari setelah kuliah usai, Ming Ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yang merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek kampus.
Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yang dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km. Selama berjalan itulah, dengan menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang.

Rumah Ming Ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di sebuah rumah sederhana yang mereka pinjam dari saudara mereka di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai ke rumahnya Ming Ming menumpang truk. Sopir truk yang lewat, sudah kenal denganya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, setelah truk berhenti dengan tangkas dia naik ke bak belakang lewat sisi samping yang tinggi itu. (can you imagine it ?)
Ming Ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan Ming Ming kuliah.
Ini adalah cerita nyata yang yang ditayangkan dalam berita MATAHATI di DAAI TV sore tanggal 26/5/2008. Di Trans TV juga disiarkan hari selasa beberapa hari sebelumnya, di acara KEJAMNYA DUNIA Sungguh episode yang membuat bulu kudu kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.
1. Astaghfirullah. Gimana bisa kita masih sering mengeluh hanya karena tabungan ga nambah-nambah?
2. Gila…(sensor) . Bagaimana dia bisa berjalan 10 km perhari? Kita aja jalan 20 menit ke kantor tiap pagi dan sore sudah merasa capek banget. Lemah.
3. Subhanallah. Semangatnya itu loh. Kalau dengar dia berkata-kata, sepertinya tidak ada rasa minder, malu, bahkan dia sangat yakin. Oh girl, you are so great. Wonderfull.

Dengan penuh rasa kagum kepada Ming Ming dan mencoba menjadikannya pelajaran hidup untuk kita semua, ku tulis kisah hidup Ming Ming yang ku copy dari http://anied.tehobenk.com

Tuesday, August 12, 2008

BUDAYA HEMAT ENERGI

MARI BERHEMAT
Mungkin telinga kita sudah sangat akrab dengan slogan-slogan hemat energi yang pernah dicanangkan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Hingga saat ini gaungnya masih sayup-sayup kita dengar. Seberapa efektifkah slogan itu berlaku untuk kehidupan kita sehari-hari..? Pertanyaan ini harus dikembalikan pada diri kita masing-masing, berapa besarkah kapasitas penghematan yang telah dilakukan. Langkah pemerintah untuk mengkampanyekan Hemat Energi sepertinya jalan ditempat, terbukti dengan tidak adanya efisiensi di kantor-kantor pemerintahan, BUMN, dan Swasta serta masyarakat luas. Akibat semua ini bisa dirasakan sekarang, pemadaman listrik karena overload dari pembangkit-pembangkit listriknya adalah salah satu dampak yang ditimbulkan dari tidak adanya kesadaran dalam menerapkan budaya hemat energi, Minyak Bumi dibeberapa daerah yang kadang langka adalah sisi lain yang perlu kita renungkan bahwa salah satu penyebabnya adalah semakin tidak efisiennya kita dalam memanfaatkan energi,belum lagi sektor-sektor lain yang juga berdampak dari semakin royalnya kita menghambur-hamburkan energi. Sepertinya kita perlu mengambil contoh dari Negara Jepang yang memanfaatkan energi dengan sangat efisien, mereka tahu kalo energi sangat mahal nilainya. Kalau Jepang bisa,kenapa kita tidak ikut menerapkannya?
Di sini diperlukan kesadaran dan sikap disiplin yang kuat untuk melaksanakan hal ini, langkah Pak SBY adalah sumbu yang akan menyalakan rasa peduli ditiap-tiap individu, perlu kesadaran dari aparat pemerintahan juga untuk tetap mengawal dengan setia program ini, karena kembali bangsa kita sendiri,untuk bisa maju memang perlu diadakan budaya hemat energi yang pada gilirannya akan memberikan efisiensi dalam pembangunan negeri ini yang saat ini membutuhkan energi untuk proses pembangunan. Jadi mari kita ikut berjuang untuk memajukan negeri ini agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain didunia dengan ikut mengkampanyekan budaya hemat energi dengan memberi contoh kepada masyarakat luas,sedikit perjuangan dari kita akan sangat berguna bagi bangsa ini.
 
Copyright 2009 Paddi